Sumber Gambar :
Meningkatkan performa mobil bisa dilakukan dengan berbagai cara dan teknik.
Beberapa orang bahkan sengaja merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bensin beroktan
tinggi untuk meningkatkan performa mesin.
Namun masih banyak yang mengeluh performa mesin masih belum maksimal meskipun
mobil telah diisi bensin beroktan tinggi.Tak jarang, tarikan mobil tetap seperti
ketika menggunakan BBM oktan biasa.
Bukan berarti jika
penggunaan bahan bakar beroktan tinggi itu menjadikan akselerasi mobil lebih
ringan dan cepat, namun yang bisa menjadikan akselerasi mobil lebih ringan dan
cepat adalah bahan bakar yang memang cocok untuk mobil tersebut.
Bensin
dengan oktan lebih rendah lebih mudah terbakar , semakin tinggi nilai CR suatu
mesin artinya membutuhkan bensin / BBm ber oktan tinggi pula, mesin ber
kompresi tinggi membuat BBM cpat terbakar (akibat tekanan yg tinggi)
permasalahannya adalah ketika, BBM terbakar lebih awal sebelum timing pengapian
memercikan api pada busi.
saat piston bergerak menuju TMA (titik mati atas).
Misalkan bahan
bakar beroktan 88, seharusnya bensin itu terdiri dari bahan Oktana 88 persen
dan 12 persen sisanya Heptana. Tetapi kenyataannya lain, tidak sedikit produsen
yang mencampur tingkat Oktana tidak sebesar 88 tetapi hanya 80 – 82. Sedangkan
sisanya dicampuri Heptana dan zat aditif. Itulah yang membuat pembakaran tidak
sempurna dan menyisakan kerak di mesin.
Sebaliknya, bila
mesin yang memiliki tingkat kompresi tinggi dan membutuhkan bahan bakar
beroktan tinggi namun dipaksa mengonsumsi bahan bakar beroktan rendah akan
menimbulkan kerugian. Selain tidak akan bertenaga, mesin berisiko rusak. Karena
bahan bakar beroktan sering mengalami gagal bakar atau menghasilkan ledakan
prematur,sehingga kepala piston bisa jebol, atau minimal mesin mengelitik dan
berkerak.
Sebetulnya performa mesin mobil dapat maksimal jika kadar oktan BBM
cocok dengan kompresi mesin. Jadi, menggunakan BBM beroktan lebih tinggi dari
yang disarankan pabrikan tidak bisa menjamin performa mesin makin tinggi.
Anda bisa merasakan perbedaan tarikan mesin mobil ketika mobil diisi dengan
bensin yang kadar oktannya sesuai rekomendasi dan ketika mobil diisi dengan bensin
beroktan lebih tinggi. Misalnya saja ketika mobil diisi dengan Pertamax tarikan
mesinnya tidak berbeda dengan ketika diisi Pertamax Plus, itu artinya mobil sesuai
dengan bensin oktan 92.
Ada baiknya Anda mengikuti rekomendasi oktan yang telah diberikan oleh pabrikan
mobil. Apabila mobil cocok dengan bahan bakar yang diisikan, dapat dipastikan tarikan
serta performa mesin akan sangat maksimal.
Jika Anda ingin mengetahui perbedaan tarikan mesin dari bensin oktan
yang berbeda-beda, Anda bisa mencoba mengisi mobil dengan bahan bakar yang
oktannya berbeda. Jika performa mobil justru makin menurun, berarti kadar oktan
bensin tidak cocok dengan mesin mobil.
Akan sangat disayangkan jika Anda harus menghabiskan uang lebih banyak untuk
membeli bensin beroktan tinggi namun performa mesin justru tidak meningkat. Yang
lebih berbahaya lagi adalah jika timbul masalah karena bensin yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil.
Jadi, Anda sebaiknya memeriksa rekomendasi oktan bahan bakar sebelum memutuskan
untuk membeli bensin beroktan tinggi. Disarankan agar
mengisi BBM sesuai nilai kompresi rasio ( kecuali ada modifikasi pada mesin).
Semakin tinggi nilai oktan maka semakin lambat BBM tersebut terbakar (karena
titik pembakaran lebih tinggi) semakin sulit juga menguap (titik penguapan
rendah) BBM yang gagal terbakar akibat oktan terlalu tinggi menyebabkan kerak
& penumpukan pada ruang bakar atau pada klep/ valve, ujung-ujungnya
efisiensi mesin turun.
Sumber: www.liputan6.com/otomotif


No comments:
Post a Comment