Saturday, February 4, 2017

Penyebab Bensin Oktan Tinggi Tidak Bikin Performa Maksimal


Sumber Gambar : 
Meningkatkan performa mobil bisa dilakukan dengan berbagai cara dan teknik. Beberapa orang bahkan sengaja merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bensin beroktan tinggi untuk meningkatkan performa mesin.

Namun masih banyak yang mengeluh performa mesin masih belum maksimal meskipun mobil telah diisi bensin beroktan tinggi.Tak jarang, tarikan mobil tetap seperti ketika menggunakan BBM oktan biasa.

Bukan berarti jika penggunaan bahan bakar beroktan tinggi itu menjadikan akselerasi mobil lebih ringan dan cepat, namun yang bisa menjadikan akselerasi mobil lebih ringan dan cepat adalah bahan bakar yang memang cocok untuk mobil tersebut.

Bensin dengan oktan lebih rendah lebih mudah terbakar , semakin tinggi nilai CR suatu mesin artinya membutuhkan bensin / BBm ber oktan tinggi pula, mesin ber kompresi tinggi membuat BBM cpat terbakar (akibat tekanan yg tinggi) permasalahannya adalah ketika, BBM terbakar lebih awal sebelum timing pengapian memercikan api pada busi. saat piston bergerak menuju TMA (titik mati atas).

Misalkan bahan bakar beroktan 88, seharusnya bensin itu terdiri dari bahan Oktana 88 persen dan 12 persen sisanya Heptana. Tetapi kenyataannya lain, tidak sedikit produsen yang mencampur tingkat Oktana tidak sebesar 88 tetapi hanya 80 – 82. Sedangkan sisanya dicampuri Heptana dan zat aditif. Itulah yang membuat pembakaran tidak sempurna dan menyisakan kerak di mesin.

Sebaliknya, bila mesin yang memiliki tingkat kompresi tinggi dan membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi namun dipaksa mengonsumsi bahan bakar beroktan rendah akan menimbulkan kerugian. Selain tidak akan bertenaga, mesin berisiko rusak. Karena bahan bakar beroktan sering mengalami gagal bakar atau menghasilkan ledakan prematur,sehingga kepala piston bisa jebol, atau minimal mesin mengelitik dan berkerak.

Sebetulnya performa mesin mobil dapat maksimal jika kadar oktan BBM cocok dengan kompresi mesin. Jadi, menggunakan BBM beroktan lebih tinggi dari yang disarankan pabrikan tidak bisa menjamin performa mesin makin tinggi.

Anda bisa merasakan perbedaan tarikan mesin mobil ketika mobil diisi dengan bensin yang kadar oktannya sesuai rekomendasi dan ketika mobil diisi dengan bensin beroktan lebih tinggi. Misalnya saja ketika mobil diisi dengan Pertamax tarikan mesinnya tidak berbeda dengan ketika diisi Pertamax Plus, itu artinya mobil sesuai dengan bensin oktan 92.

Ada baiknya Anda mengikuti rekomendasi oktan yang telah diberikan oleh pabrikan mobil. Apabila mobil cocok dengan bahan bakar yang diisikan, dapat dipastikan tarikan serta performa mesin akan sangat maksimal.

Jika Anda ingin mengetahui perbedaan tarikan mesin dari bensin oktan yang berbeda-beda, Anda bisa mencoba mengisi mobil dengan bahan bakar yang oktannya berbeda. Jika performa mobil justru makin menurun, berarti kadar oktan bensin tidak cocok dengan mesin mobil.

Akan sangat disayangkan jika Anda harus menghabiskan uang lebih banyak untuk membeli bensin beroktan tinggi namun performa mesin justru tidak meningkat. Yang lebih berbahaya lagi adalah jika timbul masalah karena bensin yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil.

Jadi, Anda sebaiknya memeriksa rekomendasi oktan bahan bakar sebelum memutuskan untuk membeli bensin beroktan tinggi. Disarankan agar mengisi BBM sesuai nilai kompresi rasio ( kecuali ada modifikasi pada mesin). Semakin tinggi nilai oktan maka semakin lambat BBM tersebut terbakar (karena titik pembakaran lebih tinggi) semakin sulit juga menguap (titik penguapan rendah) BBM yang gagal terbakar akibat oktan terlalu tinggi menyebabkan kerak & penumpukan pada ruang bakar atau pada klep/ valve, ujung-ujungnya efisiensi mesin turun.

No comments:

Post a Comment