Tuesday, September 22, 2020

Sepi Mobil yang Melintas, Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Kejahatan


Pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera sampai saat ini terus dikebut. Jika sudah selesai, maka dari Bakauheni di Lampung hingga Aceh bakal tersambung. Hanya saja ada kabar miring mengenai jalan tol ini. Karena beberapa ruas tol masih sepi, jalan tol ini dinilai rawan kriminal.

Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transportasi Indonesia (PPMTI) mengemukakan, sejumlah ruas di Jalan Tol Trans Sumatera yang sepi trafik memang rawan kriminal seperti pembegalan hingga pemalakan sejak mulai beroperasi pada 2018.

Apalagi Jalan Tol Trans Sumatera masih minim penerangan. Sehingga benar-benar rawan kriminal saat di malam hari.

"Kalau di Trans Sumatera itu kejadian biasanya malam. Karena mobil jarang dan penerangan kurang," kata Sekjen PPMTI Kyatmaja Lookman 

Namun demikian, Kyatmaja mengatakan, dalam waktu dekat ini ia belum lagi menerima laporan terkait aksi kriminal di Jalan Tol Trans Sumatera.

"Udah lama itu kabarnya. Akhir-akhir ini saya belum ada kabar lagi," ujar dia.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) selaku operator Jalan Tol Trans Sumatera sempat mengutarakan banyaknya tantangan yang harus diselesaikan di masa awal pengoperasian tol. Salah satunya terkait potensi tindak kriminal di sekitar.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan, volume lalu lintas kendaraan di berbagai ruas Tol Trans Sumatera saat ini masih tercatat rendah, sehingga berpotensi mengundang kejahatan.

Tapi, ia menegaskan, Hutama Karya telah mengantisipasi hal tersebut dengan mempersiapkan sejumlah tim patroli yang siaga mengawal aktivitas di Jalan Tol Trans Sumatera secara non-stop.

"Dengan trafik yang rendah ini mengundang kejahatan. Oleh karena itu kami menyediakan patroli tiap saat, sehingga para pengguna tol ini akan aman dari gangguan keamanan di sekitar tol," ujar Budi Harto dalam sesi webinar beberapa waktu lalu.

Jalan Tol Trans Sumatera Telah Tersambung 513 Km

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto melaporkan, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) hingga saat ini telah tersambung sepanjang 513 km.

Pembangunan jalan bebas hambatan ini dilakukan sesuai mandat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang diperbaharui pada Perpres Nomor 117 Tahun 2015 tentang Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Saat ini telah beroperasi sepanjang 513 km dan sedang dibangun 614 km," kata Budi Harto dalam sesi webinar, Rabu

Proyeksi besarnya, Jalan Tol Trans Sumatera ini akan tersambung sepenuhnya dari Lampung hingga Aceh pada 2024. "Adanya jalan tol ini akan membangun peradaban baru. Tiap 50 km adalah rest area dimana orang bisa istirahat, belanja, makan, dan lain sebagainya," sambungnya.

Namun demikian, Budi Harto mencatat masih ada sejumlah pekerjaan rumah dalam pembangunan jalan tol ini. Salah satunya masih banyaknya kendaraan berlebih muatan atau over dimension over load (ODOL) yang memaksa masuk jalan tol.

"Ini merusak jalan tol dan juga mengancam keselamatan pengguna tol. Karena keberadaanya ini tidak standar dengan desain jalan tol ini," keluhnya.

Read more »

Disebut Akan Disuntik Mati, Honda Jazz Masih Laris Manis di Indonesia

Sepanjang semester kedua 2020 ini beredar kabar bahwa Honda Jazz akan disuntik mati pada 2021 mendatang. Rumor itu bahkan semakin santer terdengar setelah meluncurnya Honda City Hatchback.

Ya, Honda City Hatchback disebut-sebut akan menggantikan peran Honda Jazz yang mengisi segmen city car hatchback di Indonesia. Pasalnya, hal serupa telah dilakukan oleh Honda Thailand.

Meski demikian, Honda Jazz masih menjadi salah satu model andalan PT Honda Prospect Motor (HPM) di pasar otomotif Indonesia. City car ini bahkan masih menjadi mobil terlaris di kelasnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) Honda Jazz selama periode Oktober 2020 kemarin mencapai 746 unit.

Angka ini 118 unit lebih banyak dari rival utamanya, Toyota Yaris, yang mencatatkan distribusi sebanyak 628 unit. Sementara itu, produk lain di segmen hatchback jauh tertinggal.

Di periode yang sama, angka distribusi Suzuki Baleno hanya 72 unit dan diikuti Mazda 2 dengan 15 unit. Sedangkan penjualan wholesales Volkswagen (VW Polo) mencapai 3 unit dan 1 unit untuk KIA Rio.


Read more »