Sumber Gambar : fokusriau.com
Semua komponen di mobil penting untuk dicek secara rutin. Tujuannya
tentu untuk memastikan tak ada kesalahan apapun sehingga mobil dapat menemani
kegiatan sehari-hari Anda, bukannya menghambat Anda dengan masalah mogok.
Salah satu komponen mobil yang wajid diperiksa secara rutin dan teliti
adalah radiator. Bila radiator dibiarkan saja, kotoran yang ada bisa menghambat
sirkulasi air radiator dan menyebabkan mesin mobil kepanasan.
Radiator mobil yang rusak akan menuntut Anda untuk merogoh kocek yang
dalam. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda melakukan perawatan radiator
sendiri karena tidak sulit dan tidak membutuhkan waktu lama.
Untuk air radiator, Anda bisa melakukan pemeriksaan enam bulan sekali
bila Anda sangat sibuk. Namun, disarankan untuk mengeceknya dua bulan sekali
agar terhindar dari gangguan yang mungkin timbul jika radiator kotor.
Hal kedua yang harus dilakukan adalah mengecek bagian selang. Selang
adalah penghubung utama antara mesin dan radiator. Suhu dan tekanan air yang
tinggi dapat menurunkan daya tahan selang.
Radiator yang tidak dirawat secara rutin bisa bermasalah dan umurnya pun
tak lama. Jika radiator rusak, mau tak mau harus diganti yang baru.
Harga radiator tergantung dari tipe mobil sekaligus merek radiator yang
Anda inginkan. Contohnya, untuk model Toyota Avanza, harga radiator berkisar Rp
1 juta, sedangkan untuk Toyota Innova lebih mahal yakni Rp. 2 juta.
Apakah radiator bekas bisa jadi alternatif pilihan?
Menggunakan radiator bekas sangat tidak dianjurkan. Radiator bekas
memang dibanderol dengan harga murah, tetapi kualitasnya penuh tanda tanya.
Ketika radiator bekas diaplikasikan ke mobil, daya tahannya tidak akan
sekuat radiator baru. Radiator bekas yang rusak justru semakin membahayakan dan
kerusakannya pun akan lebih parah daripada radiator baru.
Sumber: www.news.viva.co.id

No comments:
Post a Comment